Panduan Kesehatan

Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Seng: Fungsi, Manfaat, dan Tips Penggunaan yang Aman

Dr. Erhan GülDr. Erhan Gül13 Mei 2026
Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Seng: Fungsi, Manfaat, dan Tips Penggunaan yang Aman

Apa Itu Seng dan Bagaimana Perannya di Dalam Tubuh?

Seng adalah mineral penting yang harus diperoleh dari luar setiap hari untuk menjalani hidup sehat. Tubuh tidak dapat menyimpan atau memproduksi seng sendiri; oleh karena itu, harus diperoleh melalui makanan atau suplemen yang sesuai. Seng merupakan mineral jejak kedua terbanyak di tubuh manusia setelah zat besi dan berperan dalam mengatur banyak proses vital.

Seng terutama berperan dalam fungsi-fungsi berikut:

  • Pertumbuhan, perbanyakan, dan regenerasi sel

  • Penguatan sistem kekebalan tubuh

  • Pembuatan materi genetik (DNA) dan perbaikan sel

  • Sintesis protein

  • Mempercepat penyembuhan luka

  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal

  • Menjaga fungsi indera pengecap dan penciuman yang sehat

  • Berkontribusi pada kesehatan mata

Seng membantu pengaturan metabolisme, fungsi sistem pencernaan, kesehatan otak, serta mendukung kerja teratur berbagai organ tubuh termasuk sistem saraf.

Apa Saja Manfaat Seng?

Dampak positif seng terhadap kesehatan dikenal luas di seluruh dunia dan didukung oleh penelitian ilmiah. Berikut adalah manfaat kesehatan utama dari mineral ini:

Penguatan Sistem Kekebalan Tubuh

Seng diperlukan untuk pembentukan, perbanyakan, dan fungsi sel kekebalan. Asupan seng yang cukup membantu tubuh menjadi lebih tahan terhadap agen infeksi. Kekurangan seng dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Suplemen seng secara teratur atas anjuran dokter, terutama pada masa risiko tinggi seperti flu atau infeksi, dapat membantu mengurangi risiko penyakit.

Mendukung Penyembuhan Luka

Seng dapat mempercepat proses penyembuhan luka dengan mendorong sintesis kolagen dan regenerasi sel di kulit. Penggunaan krim dan obat yang mengandung seng dapat bermanfaat terutama dalam pengobatan gangguan kulit seperti luka akibat diabetes, luka bakar, dan ulkus.

Peran dalam Pencegahan Penyakit yang Berkembang Seiring Usia

Menurut penelitian, seng dapat memberikan dukungan penting dalam mengurangi risiko penyakit yang dapat muncul seiring bertambahnya usia, seperti degenerasi makula (kerusakan pusat penglihatan di mata), pneumonia, dan masalah memori. Selain itu, dapat membantu mengurangi frekuensi infeksi pada individu lanjut usia.

Dukungan untuk Kesehatan Kulit dan Jerawat

Seng dapat digunakan baik secara oral maupun dioleskan langsung ke kulit dalam pengobatan jerawat yang umum terjadi pada masa remaja. Dengan cara ini, dapat mengurangi perkembangbiakan bakteri penyebab jerawat dan membantu menyeimbangkan produksi minyak berlebih pada kulit.

Kontrol Inflamasi (Peradangan)

Seng dapat bermanfaat dalam kondisi peradangan dengan menyeimbangkan respons berlebihan sistem kekebalan dan membantu mengurangi stres oksidatif. Dengan asupan seng yang teratur, risiko inflamasi dan stres oksidatif yang dapat menyebabkan penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan penurunan fungsi kognitif dapat dikurangi.

Manajemen Diare

Pada anak kecil dan bayi, kekurangan seng dapat memperpanjang durasi diare. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan suplemen seng terutama selama periode diare. Seng membantu memperkuat sistem kekebalan dan mendukung fungsi usus sehingga mempercepat pemulihan dari diare.

Manfaat Potensial Lainnya

Seng dapat digunakan sebagai dukungan tambahan dalam pengelolaan kadar kolesterol tinggi, artritis reumatoid, herpes, HIV, dan beberapa penyakit kronis lainnya. Namun, aplikasi klinis di bidang ini selalu memerlukan pendapat ahli.

Kekurangan Seng: Siapa yang Berisiko dan Masalah Apa yang Dapat Timbul?

Kekurangan seng lebih sering terjadi pada kelompok populasi tertentu. Meskipun jarang terjadi pada individu yang sehat dan memiliki pola makan seimbang, risiko meningkat pada kondisi seperti malnutrisi, penyakit sistem pencernaan (misalnya penyakit Crohn), kehamilan dan masa menyusui, serta kecanduan alkohol.

Kekurangan seng yang nyata dapat menunjukkan gejala berikut:

  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak

  • Ruam kulit atau luka kulit yang lambat sembuh

  • Keterlambatan pematangan seksual

  • Diare kronis

  • Perubahan fungsi mental dan perilaku

Pada beberapa kasus, kekurangan seng mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas dan hanya dapat dideteksi melalui tes laboratorium. Bagi individu yang didiagnosis kekurangan, terapi suplemen dan penyesuaian pola makan akan diberikan sesuai anjuran dokter.

Berapa Kebutuhan Seng Harian?

Kebutuhan seng bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis khusus (kehamilan, menyusui, dan sebagainya). Kebutuhan seng harian umum untuk berbagai kelompok usia adalah sebagai berikut:

  • Usia 7 bulan-3 tahun: 3 mg/hari

  • Usia 4-8 tahun: 5 mg/hari

  • Usia 9-13 tahun: 8 mg/hari

  • Usia 14-18 tahun: 9 mg/hari

  • Dewasa usia 19 tahun ke atas: 8 mg/hari

  • Ibu hamil: 11 mg/hari

Sebelum menggunakan suplemen seng, sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Mengonsumsi seng dalam jumlah berlebihan tanpa pengawasan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Makanan Apa Saja yang Merupakan Sumber Seng?

Seng secara alami terdapat pada makanan nabati maupun hewani. Sumber seng yang kaya antara lain:

  • Makanan laut bercangkang (terutama tiram, kerang)

  • Jenis ikan (sarden, salmon, ikan lidah)

  • Daging merah (sapi, domba)

  • Unggas (ayam, kalkun) dan telur

  • Kacang-kacangan (kacang arab, lentil, kacang merah)

  • Biji-bijian berminyak (kacang mete, hazelnut, biji labu)

  • Produk susu (susu, yogurt, keju)

  • Serealia utuh (oat, quinoa, beras merah)

  • Sayuran berdaun hijau dan kacang polong

Individu dengan pola makan seimbang umumnya dapat memenuhi kebutuhan seng secara alami melalui makanan. Namun, pada mereka yang asupan makanannya kurang atau tidak teratur, suplemen seng dapat diberikan atas anjuran dokter.

Kelebihan Seng: Konsekuensi Asupan Seng Berlebih

Seng dapat menyebabkan beberapa efek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan. Terutama pada penggunaan suplemen seng dosis tinggi dalam jangka panjang dan tanpa pengawasan, dapat terjadi "toksisitas seng" di dalam tubuh. Efek samping yang mungkin timbul antara lain:

  • Mual, muntah, diare

  • Sakit perut atau kram

  • Sakit kepala

  • Demam

  • Batuk

  • Penekanan sistem kekebalan tubuh

Dalam jangka panjang, asupan seng berlebih juga dapat menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap mineral lain seperti tembaga dan zat besi secara optimal. Jika efek samping ini muncul, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Interaksi Seng dan Obat

Seng dapat berinteraksi dengan beberapa obat dan mengubah penyerapan atau efektivitasnya. Terutama tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan beberapa antibiotik, pil kontrasepsi, dan diuretik. Selain itu, jika dikonsumsi bersamaan dengan suplemen mineral lain seperti zat besi, tembaga, magnesium, dan kalsium, dapat terjadi masalah penyerapan. Jika Anda sedang menggunakan obat apa pun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen seng tambahan.

Apakah Seng Bermanfaat untuk Pilek dan Influenza?

Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa suplemen seng dapat mempercepat proses pemulihan pada infeksi saluran pernapasan atas dan pilek. Seng dapat membantu memperpendek durasi penyakit dan meringankan gejala dengan mendukung sel kekebalan tubuh. Namun, penggunaan untuk tujuan ini juga sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Penggunaan Seng pada Kehamilan

Pada masa kehamilan dan menyusui, asupan seng yang cukup penting baik untuk perkembangan sehat bayi maupun untuk memenuhi kebutuhan mineral ibu yang meningkat. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan seng dan dosis yang sesuai selama kehamilan.

Suplemen Seng: Kapan Harus Digunakan?

Suplemen seng umumnya digunakan atas anjuran dokter pada kondisi seperti kerontokan rambut, jerawat, diare, atau jika asupan seng dari makanan tidak mencukupi. Suplemen tersedia dalam berbagai bentuk (tablet, permen hisap, sirup, tetes, semprot, atau krim); namun, tidak boleh digunakan secara sembarangan dan harus selalu di bawah pengawasan ahli.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Seng bermanfaat untuk penyakit apa saja?

Seng dapat bermanfaat dalam berbagai kondisi, mulai dari mendukung sistem kekebalan tubuh hingga menjaga kesehatan kulit, mempercepat penyembuhan luka, hingga pengobatan jerawat. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan suplemen secara teratur untuk penyakit apa pun.

2. Siapa yang lebih sering mengalami kekurangan seng?

Kekurangan seng lebih sering terjadi pada kelompok berisiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, penderita penyakit saluran pencernaan, vegetarian, dan pecandu alkohol.

3. Bagaimana cara mengetahui kelebihan seng?

Konsumsi seng yang berlebihan dapat menyebabkan keluhan saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Konsumsi seng dosis tinggi dalam jangka panjang juga dapat berdampak negatif pada penyerapan mineral lain.

4. Apakah seng dapat dikonsumsi bersama obat?

Seng dapat berinteraksi dengan beberapa antibiotik dan mineral. Oleh karena itu, jika Anda rutin mengonsumsi obat, pastikan untuk memberi tahu dokter Anda saat mengonsumsi suplemen seng.

5. Apakah suplemen seng berbahaya jika dikonsumsi tanpa perlu?

Ya, konsumsi seng yang tidak perlu dan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan. Gunakan hanya jika ada kebutuhan medis dan sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter Anda.

6. Bagaimana mengetahui kekurangan seng pada anak-anak?

Gangguan pertumbuhan yang nyata, infeksi berulang, luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh, dan perubahan perilaku dapat menjadi tanda kekurangan seng. Tes darah mungkin diperlukan untuk diagnosis.

7. Makanan apa saja yang mengandung seng?

Seng terutama banyak ditemukan pada tiram, daging merah, kacang-kacangan, biji-bijian berminyak, produk susu, biji-bijian utuh, dan telur.

8. Apakah seng baik untuk flu?

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa suplemen seng dapat memperpendek durasi flu dan meringankan gejala. Namun, tidak disarankan untuk secara otomatis mengonsumsi suplemen pada setiap flu atau pilek; konsultasi dengan dokter adalah yang paling aman.

9. Seng krim digunakan untuk masalah kulit apa?

Krim seng oksida dapat digunakan terutama untuk ruam popok, luka kulit ringan, jerawat, dan sebagai terapi penunjang pada luka bakar.

10. Kapan sebaiknya mengonsumsi suplemen seng?

Suplemen dapat dipertimbangkan jika asupan seng dari makanan tidak mencukupi, diare kronis, beberapa penyakit kulit, atau jika dokter mendiagnosis kekurangan seng.

11. Apakah seng aman untuk ibu hamil?

Kebutuhan seng meningkat selama kehamilan, namun dosis harian yang dianjurkan tidak boleh terlampaui. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai konsumsi suplemen seng selama kehamilan.

12. Apakah seng dan zat besi dapat dikonsumsi bersamaan?

Konsumsi seng bersamaan dengan zat besi dan mineral lain dapat menyebabkan masalah penyerapan. Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara bersamaan, sebaiknya diberi jeda waktu.

13. Apakah seng boleh diberikan kepada anak?

Seng dapat diberikan dengan aman kepada anak kecil dan bayi dalam kondisi khusus seperti diare dan atas anjuran dokter.

14. Apakah seng mencegah kerontokan rambut?

Kekurangan seng dapat menyebabkan kerontokan rambut. Jika kekurangan diatasi, seng dapat mendukung kesehatan rambut; namun tidak semua penyebab kerontokan rambut adalah kekurangan seng.

15. Apakah suplemen seng menyebabkan kenaikan berat badan?

Seng tidak memiliki efek menambah berat badan. Jika digunakan dalam pola makan seimbang dan dosis yang dianjurkan, risiko tersebut tidak diharapkan.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Zinc in Human Nutrition: Report of a WHO Expert Consultation.

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Zinc.

  • National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements. Zinc Fact Sheet for Health Professionals.

  • Mayo Clinic. Zinc supplements: Should I take them?

  • European Food Safety Authority (EFSA). Scientific Opinion on Dietary Reference Values for zinc.

  • American Academy of Dermatology Association. Zinc and Acne.

Suka artikel ini?

Bagikan ke teman Anda