Panduan Kesehatan

Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kanker Darah (Leukemia)

Dr. Mustafa Ali ÇetinDr. Mustafa Ali Çetin12 Mei 2026
Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kanker Darah (Leukemia)

Apa Itu Leukemia?

Leukemia adalah jenis kanker yang muncul akibat proliferasi sel darah yang abnormal dan tidak terkendali di sumsum tulang, dapat terjadi pada semua kelompok usia namun lebih sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa di atas usia 50 tahun. Pada kasus yang didiagnosis dini, tingkat keberhasilan pengobatan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, deteksi dini gejala leukemia dan memulai pengobatan dengan cepat sangat penting bagi keselamatan jiwa.

Leukemia terjadi akibat proliferasi cepat dan tidak terkendali dari sel punca di sumsum tulang sebelum menyelesaikan perkembangan normalnya. Kondisi ini awalnya memengaruhi jaringan sumsum tulang dan seiring waktu dapat menyebar ke seluruh tubuh. Di sumsum tulang diproduksi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan sel pembekuan darah (trombosit). Khususnya sel darah putih berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi dan sel yang cenderung menjadi kanker.

Sel darah putih tidak hanya diproduksi di sumsum tulang, tetapi juga di berbagai organ seperti kelenjar getah bening, limpa, dan timus. Jika tidak diobati, leukemia dapat berkembang berat. Leukemia yang didasarkan pada proliferasi berlebihan leukosit matang umumnya berkembang lambat; sedangkan pada kasus kelebihan leukosit yang belum matang, gejala berat dapat muncul dengan cepat dalam beberapa minggu atau bulan.

Apa Saja Jenis Leukemia?

Leukemia umumnya dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan kecepatan perkembangannya: akut (perkembangan cepat) dan kronis (perkembangan lambat). Leukemia akut berkembang dengan proliferasi sel yang cepat dan gejala mendadak, sedangkan pada bentuk kronis, penyakit berkembang perlahan dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Kedua kelompok utama ini dibagi lagi ke dalam subkategori berdasarkan jenis sel darah putih yang mengalami proliferasi abnormal:

  • Leukemia yang berasal dari sel mieloid disebut "leukemia mieloid",

  • Leukemia yang berasal dari limfosit disebut "leukemia limfoblastik (atau limfositik)".

Ada juga subtipe leukemia yang lebih jarang ditemukan (misalnya: leukemia mielomonositik juvenil, leukemia sel berbulu).

Empat subtipe utama leukemia yang paling umum adalah sebagai berikut:

1. Leukemia Limfoblastik Akut (ALL)

Merupakan tipe leukemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak, namun juga dapat terjadi pada orang dewasa. Pada pasien, sel darah putih yang belum matang dan berasal dari limfosit berkembang secara tidak terkendali. Tingkat kelangsungan hidup ALL pada orang dewasa dan anak-anak bervariasi tergantung pada usia, kesehatan umum, dan respons terhadap pengobatan.

2. Leukemia Mieloid Akut (AML)

Muncul akibat proliferasi abnormal sel seri mieloid sebelum matang. Sering ditemukan pada dewasa muda dan kelompok usia lanjut. Keberhasilan pengobatan AML semakin meningkat berkat pendekatan medis yang berkembang.

3. Leukemia Limfositik Kronis (KLL)

Lebih sering didiagnosis pada usia lanjut, biasanya di atas 60 tahun. Pada bentuk ini, limfosit yang sudah matang namun tidak berfungsi menumpuk di tubuh dan mengganggu fungsi normal sumsum tulang serta jaringan lainnya.

4. Leukemia Mieloid Kronis (KML)

Pada KML, yang lebih sering ditemukan pada usia 25-60 tahun, sel mieloid berkembang secara abnormal. Obat-obatan baru yang menargetkan molekuler telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dengan meningkatkan respons terhadap pengobatan.

Apa Saja Gejala Leukemia?

Gejala leukemia dapat mirip dengan beberapa penyakit sumsum tulang lainnya dan umumnya meliputi:

  • Rasa lelah, pucat, mudah lelah, sesak napas (karena anemia)

  • Infeksi yang sering (akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh)

  • Pendarahan tak terduga pada hidung, gusi, atau di bawah kulit, memar dan ruam kecil (petekie)

  • Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, keringat malam

  • Infeksi dengan demam tinggi yang berlangsung lama

  • Nyeri tulang dan sendi

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan

  • Bengkak pada kulit atau perut

Leukemia pada Anak: Gejala dan Temuan

Leukemia merupakan bagian penting dari kanker yang ditemukan pada anak-anak, terutama lebih sering terjadi pada anak usia 2-10 tahun. Pada bayi, zat pelindung yang berasal dari ASI berkurang seiring waktu dan sistem kekebalan tubuh berkembang sendiri. Dalam proses ini, beberapa infeksi virus, kecenderungan genetik, dan kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko berkembangnya leukemia.

Gejala yang sering ditemukan pada anak-anak:

  • Pucat yang nyata pada kulit

  • Penurunan berat badan, kurang nafsu makan

  • Penyakit demam yang berkepanjangan atau berulang

  • Memar dan pembengkakan di tubuh

  • Pembesaran dan rasa penuh di perut

  • Nyeri tulang atau sendi

Dalam perkembangan penyakit, penyebaran sel kanker ke sistem saraf pusat atau organ lain dapat menyebabkan gejala tambahan seperti sakit kepala, mual, dan kejang.

Apa Saja Faktor Risiko pada Leukemia?

Leukemia menempati peringkat penting di antara kanker di seluruh dunia, dan sedikit lebih sering ditemukan pada pria dibandingkan wanita. Faktor risiko untuk berbagai subtipe leukemia bervariasi:

Leukemia Limfoblastik Akut (ALL)

Walaupun semua penyebabnya belum diketahui secara pasti, paparan radiasi tinggi, beberapa bahan kimia (misalnya: benzena), riwayat kemoterapi, beberapa infeksi virus (HTLV-1, virus Epstein–Barr), beberapa penyakit genetik (sindrom Down, anemia Fanconi) dapat meningkatkan risiko ALL.

Leukemia Mieloid Akut (AML)

Mutasi genetik, risiko yang meningkat seiring usia, kebiasaan merokok, beberapa penyakit darah atau riwayat kemoterapi, sindrom Down merupakan faktor risiko AML yang diketahui.

Leukemia Limfositik Kronis (KLL)

Penyebab KLL belum sepenuhnya dijelaskan. Namun, usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, paparan beberapa bahan kimia, dan riwayat keluarga dengan KLL meningkatkan risikonya.

Leukemia Mieloid Kronis (KML)

KML umumnya berhubungan dengan perubahan genetik yang diperoleh selama hidup (bukan diwariskan). Perubahan genetik yang disebut "kromosom Philadelphia" ditemukan pada sebagian besar kasus KML dan perubahan ini menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali di sumsum tulang.

Bagaimana Diagnosis Leukemia Ditegakkan?

Tujuan diagnosis leukemia adalah untuk menentukan keberadaan penyakit, subtipenya, dan tingkat penyebarannya secara akurat. Langkah-langkah utama dalam proses diagnosis adalah sebagai berikut:

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik yang rinci: Pucat yang menunjukkan anemia, pembesaran kelenjar getah bening atau organ, perubahan kulit dievaluasi.

  • Pemeriksaan darah: Hitung darah lengkap, biokimia, fungsi hati, dan tes pembekuan dilakukan.

  • Apusan darah tepi: Digunakan untuk memeriksa keberadaan sel abnormal dalam darah.

  • Biopsi/aspirasi sumsum tulang: Untuk diagnosis pasti, terutama pada kasus akut, sampel yang diambil dari sumsum tulang dievaluasi di bawah mikroskop.

  • Pemeriksaan genetik dan molekuler: Khususnya pada KML, perubahan kromosom Philadelphia dan gen BCR-ABL diteliti.

Biopsi sumsum tulang biasanya dilakukan melalui tulang panggul dan dievaluasi di laboratorium khusus.

lösemi2.jpg

Apa Saja yang Ditawarkan dalam Pengobatan Leukemia?

Rencana pengobatan harus selalu dibuat oleh tim ahli di bidang penyakit darah dan onkologi dengan mempertimbangkan tipe leukemia dan kondisi kesehatan umum pasien. Metode utama yang digunakan dalam pengobatan leukemia saat ini adalah sebagai berikut:

Kemoterapi

Dengan berbagai obat kemoterapi, ditargetkan untuk menghilangkan sel abnormal. Jenis obat dan cara penggunaannya ditentukan berdasarkan tipe leukemia dan kondisi khusus pasien.

Radioterapi

Dengan bantuan sinar berenergi tinggi, ditujukan untuk menghancurkan sel leukemia. Radioterapi umumnya digunakan pada kasus terpilih, kadang juga sebagai persiapan untuk transplantasi sel punca.

Terapi Biologis dan Molekuler

Obat generasi baru yang bertujuan memperkuat sistem kekebalan atau menargetkan sel kanker (imunoterapi, agen biologis, terapi target molekuler) memainkan peran penting pada beberapa jenis leukemia. Sebagai contoh, inhibitor tirosin kinase yang dikembangkan untuk KML telah merevolusi pengobatan penyakit ini dan memiliki profil efek samping yang lebih rendah dibandingkan kemoterapi.

Transplantasi Sel Punca (Sumsum Tulang)

Prosedur ini, di mana sumsum tulang benar-benar dihilangkan dan digantikan dengan sel punca yang sehat, merupakan salah satu pilihan pengobatan yang paling efektif dan diterapkan pada pasien yang sesuai. Selama dan setelah prosedur, efek samping tertentu dapat terjadi. Khususnya masalah yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh (misalnya GVHD), kerusakan organ, dan risiko infeksi harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, prosedur transplantasi harus dilakukan di pusat yang berpengalaman.

Terapi Pendukung

Untuk mengurangi risiko anemia, infeksi, dan perdarahan akibat kemoterapi dan pengobatan lain, diperlukan transfusi darah, obat pencegah infeksi, antibiotik jika perlu, dan terapi pendukung lainnya.

Berkat pendekatan pengobatan modern, angka kelangsungan hidup pada pasien leukemia telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, pada tahun 1970-an, angka kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 30 persen, sedangkan menurut data saat ini, dengan pengobatan yang tepat dan diagnosis dini, angka ini dilaporkan telah melebihi 60 persen.

Ingatlah; untuk diagnosis dini dan pengobatan yang efektif, segera mengunjungi fasilitas kesehatan ketika gejala terdeteksi memberikan keuntungan besar dalam kualitas hidup dan perjalanan penyakit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah leukemia menular?

Tidak, leukemia bukanlah penyakit menular. Penyakit ini berkembang karena perubahan genetik, faktor risiko lingkungan dan individu, dan tidak menular dari satu orang ke orang lain.

2. Apa penyebab pasti leukemia?

Penyebab pasti leukemia sering kali tidak diketahui. Namun, faktor genetik, beberapa bahan kimia, faktor lingkungan seperti radiasi, dan beberapa virus dapat meningkatkan risiko.

3. Apakah leukemia dapat disembuhkan?

Banyak jenis leukemia, terutama dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, dapat dikendalikan atau bahkan sepenuhnya dihilangkan. Peluang pengobatan bervariasi tergantung pada usia pasien, kondisi umum, dan jenis leukemia.

4. Berapa lama penderita leukemia dapat hidup?

Lama kelangsungan hidup pada leukemia sangat berkaitan dengan jenis penyakit, waktu diagnosis, respons terhadap pengobatan, dan karakteristik kesehatan individu. Saat ini, dengan pengobatan yang berhasil, kelangsungan hidup jangka panjang dimungkinkan.

5. Mengapa leukemia lebih sering terjadi pada anak-anak?

Pada anak-anak, beberapa karakteristik genetik dan kekebalan, jika dikombinasikan dengan faktor lingkungan, dapat menyebabkan kerentanan terhadap leukemia. Namun, pada sebagian besar anak, penyebab pastinya tidak dapat diidentifikasi.

6. Apakah transplantasi sumsum tulang cocok untuk semua orang?

Tidak, transplantasi sumsum tulang tidak disarankan untuk setiap pasien. Kecocokan dievaluasi oleh dokter berdasarkan usia pasien, kondisi kesehatan umum, subtipe penyakit, dan faktor medis lainnya.

7. Gejala leukemia dapat disamakan dengan penyakit apa saja?

Leukemia dapat disamakan dengan beberapa infeksi, jenis anemia, dan gejala penyakit darah lainnya. Diagnosis banding dilakukan dengan tes darah lengkap dan pemeriksaan lanjutan.

8. Apakah mungkin mengambil tindakan pencegahan terhadap leukemia?

Meskipun tidak sepenuhnya dapat dicegah, menghindari rokok dan bahan kimia berbahaya, menerapkan kebiasaan hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur membantu mendeteksi penyakit lebih awal.

9. Apakah pasien leukemia lebih rentan terhadap infeksi?

Ya, sumsum tulang dan sistem kekebalan tubuh terpengaruh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan, menghindari lingkungan yang ramai dan terinfeksi, serta mengambil tindakan pencegahan jika perlu sangat penting.

10. Apakah rambut rontok pada leukemia?

Beberapa obat yang digunakan selama pengobatan (terutama kemoterapi) dapat menyebabkan kerontokan rambut. Efek ini biasanya bersifat sementara dan rambut dapat tumbuh kembali setelah pengobatan selesai.

11. Apakah leukemia bersifat keturunan?

Penularan secara keturunan tidak terjadi pada sebagian besar kasus leukemia. Namun, beberapa sindrom genetik dapat meningkatkan risiko berkembangnya leukemia.

12. Apa saja yang harus diperhatikan selama pengobatan leukemia?

Melindungi diri dari infeksi, mengikuti anjuran dokter dengan cermat, tidak mengabaikan pemeriksaan rutin, dan memberi tahu tim medis tentang efek samping sangat penting.

Referensi

  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO): Leukemia

  • Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC): Fakta Pasien Leukemia

  • American Cancer Society: Gambaran Umum Leukemia

  • European Hematology Association: Pedoman Leukemia

  • Cancer Research UK: Jenis dan Pengobatan Leukemia

Suka artikel ini?

Bagikan ke teman Anda

Leukemia: Jenis, Gejala, Pengobatan dan Risiko pada Anak | Celsus Hub